RSS
Pertemuan Peserta Sidang Tingkat Menteri Perindustrian Negara-Negara Anggota D8 (2010/03/03 - 06:55)

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei saat menerima para peserta Sidang Tingkat Menteri Perindustrian Negara-Negara Anggota D8 menyinggung kesamaan budaya dan Islam, posisi strategis geografi di Asia dan Afrika, populasi satu miliar dan sumber-sumber energi negara-negara ini dan mengatakan, “Kerjasama delapan negara ini mampu menjadi contoh bagi seluruh negara-negara Islam. Keberlanjutan kerjasama di bidang industri pasti punya pengaruh positif terhadap dunia Islam dan kedelapan negara ini.”

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei juga mengisyaratkan dukungan Iran atas kerjasama negara-negara Islam sejak awal terbentuknya kelompok D8 dan menambahkan, “Republik Islam Iran siap mengalihkan keberhasilannya di bidang sains dan industri kepada negara-negara Islam.”

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengingatkan betapa negara-negara hegemoni ternyata memanfaatkan ilmu dan industrinya untuk menguasai negara-negara lain. Dikatakannya, “Negara-negara Islam harus memanfaatkan kemampuan sumber daya manusia yang potensial, sumber-sumber alam, potensi dan kerjasama bersama guna meningkatkan negaranya masing-masing ke tingkat yang layak.”

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei juga memandang penting menerapkan segala kesepatan yang dihasilkan sidang dan menekankan, ”8 negara anggota D8 harus komitmen menerapkan segala kesepakatan yang dihasilkan dan dengan iman dan tawakkal kepada Allah mengambil langkah demi meningkatkan kerjasama yang sudah ada dan kemajuan industri.”

 

Dalam acara ini, Ali Akbar Mehrabian, Menteri Perindustrian Republik Islam Iran menyebut deklarasi Sidang Menteri-Menteri Perindustrian D8 di Tehran sebagai peta jalan kerjasama industri negara-negara anggota D8. Terlebih lagi deklarasi itu disepakati mutlak oleh seluruh negara anggota.

 

Dalam kesempatan itu, Nihat Ergun, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Turki menilai sangat berhasil Sidang Menteri-Menteri Perindustrian D8 di Tehran. Ergun juga menyatakan harapannya bahwa pertemuan ini dapat memperluas hubungan ekonomi dan sosial negara-negara anggota serta dapat mengambil langkah baru dari sidang ini. Ditambahkannya, “Kami bertekad untuk menindaklanjuti segala keputusan yang diambil dalam sidang di negara kami dan mempersiapkan segala sarana demi aktivitas penanaman modal dan para produsen.”

 

Dilip Barua, Menteri Perindustrian Bangladesh dalam pertemuan itu menyatakan bahwa pertemuan Menteri-Menteri Perindustrian Negara-Negara Anggota D8 di Tehran merupakan titik awal yang sangat baik untuk memperluas kerjasama ekonomi anggota dan memodernisasi industri dan teknologi negara-negara ini. Ditambahkannya, “Deklarasi sidang ini menjadi kerangka yang sangat baik bagi segala bentuk kerjasama.” Menurut Barua, “Krisis ekonomi global saat ini tidak mudah untuk dicarikan solusinya. Oleh karena itu negara-negara anggota D8 harus meningkatkan kerjasamanya di segala bidang.”